Rabu, 12 Maret 2014

asap...asap...asap....

Pekanbaru dalam kondisi gawat....Asap dimana2..Di luar rumah, di dalam rumah sampai k kamar juga masuk..walo udah ditutup rapat-rapat...ckckck..

Gokil juga nih asap... Pnatang mundur mencari celah2 supaya bisa merajalela di setiap ruangan.... Ga ad lagi tempat yg aman... Ampe pekanbaru di beri predikat kota tak layak huni.... hadehhh... Kasian bener lah kota kelahiran saya nih.... Bela2in balik ke Pekanbaru..menetap dsni setelah sekian lama berjuang di perantauan org... eee.. malah di sambut dengan ASAP...

Jadi berasa di usir secara halus... wkwkwkwk....

Berita yg di dapat hr ni.. amazing banget gitu loh....

PEKANBARU (RiauInfo) - Hari ini, Rabu (12/3/2014) alat ukur ISPU (Indeks Pencemar Standar Udara) di depan Kantor Walikota Pekanbaru kembali menunjukkan status BERBAHAYA. Hal ini diamati setelah seharian kabut asap semakin menebal dari siang hingga sore hari.
Status berbahaya yang ditampilkan pada alat ukur ISPU hari ini untuk polutan PM10 (partikel debu) adalah pada angka sekitar 400 μg/m3, suatu angka yang sangat berbahaya untuk kesehatan manusia.
Alat ukur ISPU yang dipasang di beberapa tempat di Kota Pekanbaru mengukur beberapa jenis zat polutan, yaitu Partikel Debu dengan diameter < 10 mikron (PM10), Sulfur Dioksida (So2), Karbon Monoksida (CO), O3,  Nitrogen Dioksida (NO2). Angka normal untuk kadar polutan ini adalah dibawah 50 μg/m3.
Ini berarti zat berbahaya yang berada diudara yang dihirup oleh masyarakat Kota Pekanbaru adalah 800% diatas kadar normal. Ini sungguh membahayakan.
Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan sudah menghimbau masyarakat agar tidak beraktifitas di luar rumah. Beberapa spanduk-spanduk peringatan bahaya sudah dipasang di beberapa persimpangan jalan. Bahkan Dinas kesehatan sudah menjamin untuk gratiskan biaya kesehatan sebanyak 21 ribu jiwa penderita infeksi saluran pernafasan atas (Ispa) dan penyakit lainnya yang disebabkan tercemarnya udara dengan asap kebakaran lahan.
“Kami sudah menginstruksikan agar pasien penderita penyakit dampak kabut asap ini tidak dikenakan biaya ketika berobat di puskesmas maupun rumah sakit umum,” kata Kepala Dinkes Riau, Zainal Arifin kepada pers di Pekanbaru, beberapa waktu yang lalu.
Sebenarnya status ‘berbahaya’ ini adalah yang kedua setelah terjadi status yang sama pada hari Sabtu yang lalu. Kejadian tersebut membuat Walikota Pekanbaru bergerak cepat dengan menginstruksikan seluruh sekolah yang ada di Kota Pekanbaru untuk meliburkan siswanya selama 3 hari dan melarang seluruh siswa keluar rumah akibat asap.
Untuk mengatasi asap, harapan masyarakat adalah dengan turunnya hujan. Sudah dilakukan upaya oleh pemerintah Provinsi melalui TMC, bahkan dibantu dengan sholat istigso, namun hujan belum juga turun. (*)

Klo kaya bgni terus....alamat ngungsi dah....................... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar